This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label RPL. Show all posts
Showing posts with label RPL. Show all posts

Saturday, 12 May 2012

Pengantar OOAD

Author:  · Published: August 25, 2006 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Romi Satria Wahono
The first object-oriented language is generally acknowledged to be Simula-67, developed in 1967. This language never had a significant following, although it greatly influenced the developers of several of the later object-oriented languages. The object-oriented movement became active with the widespread availability of Smalltalk in the early 1980s, followed by other object-oriented languages, such as Objective C, C++, Eiffel and CLOS. About five years after Smalltalk became widely known, the first object-oriented development methods were published by Shlaer/Mellor [Shlaer-1988] and Coad/ Yourdon [Coad-1991], followed closely by books by Booch [Booch-1991], Rumbaugh [Rumbaugh-1991], Wirfs-Brock [Wirfs-Brock-1990]. The first phase was complete by the end of 1990. The Objectory book [Jacobson-1992] was published slightly later, based on work that had appeared earlier papers. This book took a somewhat different approach, with its focus on use cases and the development process.
Over the next five years, a plethora of books on object-oriented methodology appeared, each with its own set of concepts, definitions, notations, terminology, and process. Some added useful new concept, but overall there was a great similarity among the concepts proposed by different authors. Many of the newer books started from one or more of the existing methods and made extensions or minor changes.
There were some early attempts to unify concepts among methods. The first successful attempt to combine and replace existing approaches came when Rumbaugh joined Booch at Rational Software Corporation in 1994. They began combining the concepts from the OMT and Booch methods, resulting in a first proposal in 1995. At that time, Jacobson also joined Rational and began working with Booch and Rumbaugh. Their joint work was called the Unified Modeling Language (UML).
In 1996, the Object Management Group (OMG) issued a request for proposals for standard approach to object-oriented modeling. UML authors Booch, Jacobson, and Rumbaugh began working with methodologists and developers from other companies to produce a proposal attractive to the membership of OMG, as well as a modeling language that would be widely accepted by tool makers, methodologists, and developers who would be the eventual users. Several competing effort also were started. Eventually, all the proposals coalesced in the final UML proposal that was submitted to the OMG in September 1997. The latest OMG-UML specification [UML-1999] may be found the Internet at http://www.omg.org andhttp://www.rational.org.
This paper presents a comprehensif introduction to object-oriented analysis and design. A simple example of the software project for Automated Teller Machines (ATM) network is given in this paper. It is provided for a comprehensive explanation about how to use the object-oriented analysis and design methodology, especially Rumbaugh OMT method.
Download Tulisan Lengkap: romi-ooad.zip

Pengantar Pemrograman Berbasis Aspek

Author:  · Published: August 25, 2006 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Paradigma rekayasa perangkat lunak terakhir yaitu berbasis obyek (object-oriented) telah meraih sukses besar. Usaha meningkatkan mutu desain program dengan dicapainya peningkatan readability, reusability serta dekomposisi struktural (modularity). Ini merupakan motivasi utama pergeseran dari pemrograman prosedural menjadi berbasis obyek. Dalam desain berbasis obyek, lokalisasi komponen dan obyek didasarkan atas unit fungsi (seperti book, account, log). Satu desain unit fungsi yang bersih, besar kemungkinan akan dimodifikasi, untuk menambahkan fitur yang melibatkan berbagai macam unit fungsi lain. Sebagai contoh unit fungsi account, untuk mendapatkan unit fungsi tracing, profiling, atau auditing, maka ditambahkan unit fungsi Log. Scattering (satu concern muncul di mana-mana) dan tangling (satu obyek/komponen terdapat berbagai macam concern) cenderung muncul bersamaan, sebagai konsukuensi logis dari adanya berbagai macam fitur dalam satu unit fungsi. Hal inilah yang menjadikan desain berbasis obyek tidak lagi memiliki modularitas yang bersih. Muncul ide membentuk paradigma baru yaitu berbasis aspek (aspect-oriented). Satu aspek mewakili satu unit fungsi (concern) yang bisa menjadi fitur di unit fungsi lain.

Pengantar UML

Author:  · Published: August 25, 2006 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Romi Satria Wahono
Pemodelan (modeling) adalah proses merancang piranti lunak sebelum melakukan pengkodean (coding). Model piranti lunak dapat dianalogikan seperti pembuatan blueprint pada pembangunan gedung. Membuat model dari sebuah sistem yang kompleks sangatlah penting karena kita tidak dapat memahami sistem semacam itu secara menyeluruh. Semakin komplek sebuah sistem, semakin penting pula penggunaan teknik pemodelan yang baik. Dengan menggunakan model, diharapkan pengembangan piranti lunak dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna dengan lengkap dan tepat, termasuk faktor-faktor seperti scalability, robustness, security, dan sebagainya.
Download Tulisan Lengkap: yanti-uml.zip

Requirements Engineering: Mari Pecahkan Masalah Batu!

Author:  · Published: October 27, 2006 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Romi Satria Wahono
Requirements engineering adalah fase terdepan dari proses software engineering, dimana software requirements (kebutuhan) dari user (pengguna) dan customer (pelanggan) dikumpulkan, dipahami dan ditetapkan. Para pakar software engineering (rekayasa perangkat lunak) sepakat bahwa requirements engineering adalah suatu pekerjaan yang sangat penting, terutama berdasarkan fakta bahwa kebanyakan kegagalan pengembangan software disebabkan karena adaya ketidakkonsistenan (inconsistent), ketidaklengkapan (incomplete), maupun ketidakbenaran (incorrect) dari requirements specification (spesifikasi kebutuhan). The Standish Group mencatat bahwa prosentase akumulatif kegagalan sebuah project pengembangan software sebagian besar disebabkan oleh masalah requirements dan spesifikasinya.
Download Tulisan Lengkap: romi-re-3oktober2006.pdf
http://ilmukomputer.org/2006/10/27/requirements-engineering-mari-pecahkan-masalah-batu/

Meluruskan Salah Kaprah Rekayasa Perangkat Lunak

Author:  · Published: October 27, 2006 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Romi Satria Wahono
Rekayasa Perangkat Lunak yang merupakan terjemahan dari terminologi Software Engineering, sedikit mengalami pergeseran makna di realita dunia industri, bisnis, pendidikan maupun kurikulum Teknologi Informasi (TI) di tanah air. Di industri, tester dan programmer sering salah kaprah menyandang gelar Software Engineer. SMK di Indonesia juga latah dengan membuka jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, meskipun secara kurikulum hanya mengajari bahasa C atau Pascal (mungkin lebih pas disebut jurusan pemrograman komputer) ;) Tulisan ini berusaha menyegarkan kembali pemahaman kita tentang apa itu Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) berdasarkan kesepakatan, acuan, dan standard yang ada di dunia internasional.
Download Tulisan Lengkap: romi-se-3oktober2006.pdf

Perencanaan Proyek Rekayasa Perangkat Lunak

Author:  · Published: September 27, 2007 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Proyek perangkat lunak memerlukan perencanaan yang matang. Hal ini untuk menghindari terjadinya kegagalan pada project perangkat lunak yang kita kerjakan. Tulisan ini berisi beberapa hal yang perlu dikuasai oleh seorang Project Manager untuk dapat menyusun suatu rencana proyek rekayasa perangkat lunak. Tulisan disajikan dengan komprehensif, selain berbagai teori rekayasa perangkat lunak, juga dilengkapi dengan contoh-contoh dokumen dalam perencanaan proyek rekayasa perangkat lunak.
Download Tulisan Lengkap: amri-perencanaan-proyek-rpl.doc

Analyzing Requirements Engineering Problems

Author:  · Published: October 27, 2007 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Romi Satria Wahono
The requirements engineering is the first phase of software engineering process, in which user requirements are collected, understood, and specified. Requirements engineering is recognized as a critical task, since many software failures originate from inconsistent, incomplete or simply incorrect requirements specifications. Many of the most common, most serious problems associated with software development are related to requirement. The Standish Group study noted that three most commonly cited factors that caused projects to be challenged:
  • Lack of user input: 13 percent of all projects
  • Incomplete requirements and specifications: 12 percent of projects
  • Changing requirements and specifications: 12 percent of all projects
However, a correct, consistent and complete way to collect, understand, specify and verify user requirements is important and necessary.
We can summarize the issues discussed in the requirements engineering as the “rock” problem. The requirements that describes “bring me a rock”, will be actually “bring me a small blue rock”, or “bring me a spherical small blue rock.” All the people can become frustrated by the problems of specifying an acceptable “rock”. We have got to get it right the first time yet also provide for iterative process in which the customer ultimately discovers what kind of rock he wants.
In this paper we try to analyze the root problems of the requirements engineering from several viewpoints.
Download Tulisan Lengkap: romi-ijw2003.pdf

Extreme Programming – Melakukan Pengembangan Perangkat Lunak dengan Lebih Sederhana

Author:  · Published: May 28, 2008 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Permasalahan utama yang sering muncul dalam sebuah proyek pengembangan perangkat lunak adalah perubahanrequirement yang begitu cepat. Hal ini terjadi sebagai akibat perubahan-perubahan yang muncul baik pada aspek bisnis maupun teknologi yang berlangsung lebih cepat daripada proses pengembangan perangkat lunak itu sendiri. Extreme Programming (XP) adalah sebuah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang mencoba meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dari sebuah proyek pengembangan perangkat lunak dengan mengkombinasikan berbagai ide sederhana.

Tutorial Rational Rose

Author:  · Published: November 25, 2008 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Rational Rose merupakan salah satu software yang paling banyak digunakan untuk melakukan design software melalui pendekatan UML (Unified Modelling Language). Tool sangat mudah karena sudah menyediakan contoh-contoh design dari beberapa software. Sebelum menggunakannya, terlebih dahulu pahamilah tentang UML ( Unified Modelling Language ). Tutorial ini ditujukan untuk pembaca yang sudah memiliki pengetahuan tentang UML (Unified Modelling Language).
Download Tulisan Lengkap: basori-rose.zip

Mengenal Enterprise Application Integration (EAI)

Author:  · Published: November 25, 2008 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Pada artikel kali ini, kita akan membahas topik yang jarang atau bahkan tidak pernah dibahas dalam perkuliahan formal ilmu komputer. Pengajaran ilmu komputer selalu mengandaikan kondisi ideal dan sederhana. Kenyataannya, kondisi sistem informasi di dunia bisnis tidaklah ideal dan biasanya sangat kompleks. Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) biasanya mengasumsikan bahwa mahasiswa membuat software baru dari awal (building from scratch). Di dunia bisnis, komponen perangkat lunak yang sudah ada sebisa mungkin terus digunakan untuk memaksimalkan investasi perangkat lunak yang sudah pernah ditanamkan. Di dalam dunia perkuliahan, isi dari komunikasi data antara dua komputer tidak pernah harus dicatat secara mendetil. Di dunia bisnis, setiap transaksi antara dua sistem harus dicatat dalam audit logging dan menjadi bagian dari laporan akunting.
Jadi, apa hubungan antara tulisan di atas dengan tema artikel kali ini tentang Enterprise Application Integration (EAI)? Pada waktu penulis masih duduk di bangku kuliah, penulis mengikuti kuliah pilihan tentang komunikasi antara sistem terdistribusi. Teknologi untuk membuat dua buah aplikasi dapat “berbicara” satu sama lain adalah RPC (Remote Procedure Call), CORBA (Common Object Request Broker Architecture) , atau RMI (Remote Method Invocation)/IIOP (Internet Inter-ORB Protocol). Sekarang setelah penulis berkecimpung di dunia kerja – dengan spesialisasi di bidang EAI -, teknologi yang dipakai adalah c WebSphere MQ, MSMQ, SonicMQ, Tibco, MQ Integrator. Sederetan nama produk yang TIDAK menggunakan teknologi RPC, CORBA, dan RMI/IIOP sama sekali. Sepertinya, dunia bisnis mempunyai teknik tersendiri dalam melakukan integrasi. Mari kita kupas satu per satu .
Download Tulisan Lengkap: sudewa-eai.zip

Rekayasa Teknik Multi Desktop Windows Menggunakan Pemrograman API Visual Basic

Desktop adalah sesuatu yang sudah tidak asing lagi bagi pengguna komputer, merupakan suatu bentuk layar tampilan sebagai media pengoperasian sistem operasi berbasis gui. Sistem operasi linux dengan segala turunannya telah melekat dengan penggunaan multi desktop, dimana dalam satu user yang aktif bisa memiliki beberapa desktop pada saat yang bersamaan. Hal ini mungkin diperlukan untuk memudahkan bagi penggunanya agar dapat mengelompokan beberapa aplikasi yang dibuka, sehingga tidak terlihat berantakan. Namun demikian bagi pengguna sistem operasi berbasis windows, multi desktop ini tidak ditemukan dalam pengoperasiannya. Penggunaan visual basic dengan kemampuannya dalam mengakses windows api mampu untuk menciptakan sebuah aplikasi yang akan menciptakan multi desktop pada windows seperti halnya multi desktop pada linux. Hal ini diperlukan, karena tidak jarang bagi pengguna windows merasa bingung ketika banyak aplikasi yang dibuka pada saat yang bersamaan, karena desktop terlihat dengan banyaknya aplikasi yang sedang berjalan.
Tulisan ini akan membahas teknik penerapan multi desktop linux pada windows xp menggunakan media pemrograman visual basic dan perintah dalam mengakses windows api, aktif pada notification area dengan inactive icon, memiliki task manager sendiri dengan applications yang ditampilkan sesuai aplikasi yang dijalankan pada masing – masing desktop. Kemampuannya dirancang untuk menciptakan desktop pada satu user, hal ini telah melebihi kemampuan linux yang baru menampilkan 4 desktop. Dalam pengujiannya aplikasi ini memang disediakan desktop yang mampu diciptakan dan berjalan pada windows xp, namun demikian pada tahap perancangan, aplikasi ini mampu menciptakan jumlah desktop yang tidak terbatas, hal ini sangat tergantung dari jumlah yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.

Membuat Software Requirement

Author:  · Published: May 26, 2009 · Category: Rekayasa Perangkat Lunak 
Requirement adalah pernyataan yang menidentifikasikan kebutuhan yang penting dalam sistem dan didalamnya mencakup aspek kebenaran, Realistis, Dibutuhkan, tidak ambigu, dan terukur. Langkah yang paling penting dalam proses requirement adalah komunikasi yang akurat antara user yang memerlukan sistem dengan pembuat sistem.
Banyak orang sering salah dalam mendefinisikan requirement untuk sistem yang mereka bangun, kerena mereka kurang mendapat pelatihan dan pengalaman dalam membuat requirement. Bahkan di bangku kuliah yang mengajarkan mata kuliah system engineering hanya mengajarkan pengenalan untuk materi menulis requirement.
Requirement yang baik menyatakan sesuatu yang dibutuhkan, dapat diverifikasi, memungkinkan, dan Jelas.

Generate UML Dari Kode Java Menggunakan Netbeans

Author:  · Published: April 9, 2011 · Category: Algoritma, Pemograman, ToolLinux AplikasiPemrograman JavaRekayasa Perangkat Lunak


 Idealnya, dalam perancangan suatu perangkat lunak, untuk kasus Object Oriented, mendesain UML dilakukan terlebih dahulu sebelum implementasi ke bentuk kode, misal Java. Namun tidak masalah jika sudah terlanjur. Dengan menggunakan Netbeans, anda cukup menambahkan plugin UML dan Netbeans akan membuatkan (generate) UML, misal Class Diagram ataupun Use Case dari code Java yang telah anda buat, menggunakan konsep Reverse Engineering. Penulis menggunakan Netbeans 6.5 di GNU/Linux Ubuntu 9.04 dengan bahasa pemrograman Java J2SE dan UML yang dibuat adalah Class Diagram.


Perancangan Bucket Elevator Menggunakan Delphi

Author:  · Published: December 7, 2011 · Category: Algoritma, Pemograman, ToolDatabaseKecerdasan BuatanPemrograman DelphiRekayasa Perangkat Lunak 
Judul Program :
Perancangan Bucket Elevator Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi
Deskripsi Program :
Program Perancangan Bucket Elevator Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi diharapkan mampu membantu pengguna untuk mempermudah melakukan perhitungan dalam perancangan Bucket Elevator.
Bahasa Pemrograman :
DELPHI 7
Database :
ACCESS 2003
Ukuran File :
• 4,5 MB (EXE & MDB)
• 23 MB (EXE, MDB & PROJECT SOURCE)
Karena alasan ukuran file yang besar, tampilan program dapat Anda lihat disini :
Perancangan Bucket Elevator Dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi